Kominfo Membicarakan Fitur Forward Pesan Dengan Pihak WhatsApp
Pihak dari WhatsApp sudah bertemu dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membicarakan perihal pembatasan fitur forward pesan dari WhatsAPP.
Sebelumnya, VP Public Policy & Communications WhatsApp Victoria Grand telah mengumumkan fitur meneruskan pesan hanya berlaku maksimal lima kali forward setiap pengguna. Pembatasan tersebut sudah mulai berlaku di Indonesia per hari Selasa (22/1), tergantung pengguna menerima update aplikasi di Google Play Store atau App Store.
Menteri Kominfo Rudiantara menanggapi dengan baik dengan adanya fitur forward yang sudah dibatasi itu. Pihak WhatsApp menilai tentang ini tidak hanya memikirkan persoalan bisnis semata, tetapi juga secara langsung memerhatikan keberlangsungan pasar Indonesia. Terutama dengan menyambut pemilu 2019 yang semakin meningkatkan viralnya berita-berita hoaks.
"Ini adalah upaya bersama WhatsApp dan Pemerintah. Kami menyambut baik kerjasama ini dan langkah ini menunjukkan WhatsApp hadir bukan hanya untuk bisnis tapi juga untuk keberlangsungan dari pasar Indonesia," kata Rudiantara saat konferensi pers di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (21/1).
Rudiantara mengatakan sebenarnya pembatasan ini sudah dilakukan dengan cara beta-testdi Indonesia sejak November 2018. Dengan adanya pembatasan fitur ini, Rudiantara menilai lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hal ini dikarenakan, modus operasi pelaku yang meviralkan berita hoaks adalah postingan dari akun media sosial yang telah di-screenshot, lalu postingan tersebut di-take-down. Kemudian sang pelaku meviralkan screenshoot tersebut di WhatsApp. Sehingga langkah ini dianggap efektif untuk mengurangi angka hoaks secara signifikan.
Sementara Victoria Grand mengatakan beta-testpembatasan forward ini dilakukan di lima negara yang menjadi prioritas dari pihak WhatsApp. Indonesia menjadi negara yang prioritas karena banyaknya jumlah pengguna dan isu viralnya hoaks yang tinggi di WhatsApp.
Tidak hanya Indonesia yang menjadi negara diprioritaskan, tetapi Negara India pun juga telah memberlakukan pembatasan forward pesan ini. Hasilnya, Victoria mengungkapkan cara ini terbuktif efektif sebesar 25 persen mengurangi aktivitas forward pesan oleh pengguna.
Selain itu, mereka juga melakukan studi untuk menentukan angka maksimal meneruskan pesan. Hasil studi tersebut pun memutuskan untuk membatasi maksimal lima kali forward secara global.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment