Mahfud: Tim Pencari Fakta Meninggalnya Delapan Aksi Tidak Penting



Dibentuknya tim untuk pencari fakta penyebab meninggalnya delapan orang dari peserta aksi 22 Mei, dikatakan tidak penting oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Tetapi Mahfud sendiri tidak melarang jika ada pihak yang ingin mencari tahu apa penyebab sebenarnya kematian peserta aksi tersebut. Saat menyoroti sikap Komnas HAM yang mendesak dibentuknya tim investigasi independen terkait kematian delapan peserta aksi, Mahfud pun menyampaikan hal tersebut.

"Silahkan saja (bentuk tim investigasi). Terserah saja. Enggak terlalu penting bagi saya, mana yang baik lakukan," kata Mahfud MD saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Mahfud bahwa tidak semua massa mengetahui apa yang menjadi tuntunan aksi mereka. Bahkan, tidak sedikit dari mereka adalah preman bayaran.

"Saya tahu berdasarkan informasi dari aparat, yang demo itu tidak semuanya mengerti apa yang dilakukan. Banyak di antara mereka itu sebenarnya merupakan preman-preman bayaran," kata Mahfud.

Berdasarkan pemberitaan, kata Mahfud, peserta aksi yang ditangkap ternyata membawa senjata tajam. Dia menduga ada segelintir orang yang memang sengaja membuat kekacauan.


"Itu kan bisa saja itu dalam proyek mencari martir, kan ditembak ke temannya sendiri lalu dituduh aparat. Dan, senjata nya itu sudah dirampas sudah ditemukan oleh polisi, tadi ditunjukkan di televisi itu diambil dari mereka yang melakukan aksi," pungkasnya.









Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Perayaan Imlek Nasinal 2020, Jokowi: Jadi Komut Pertamina Nggak Datang

Idham Azis Lakukan Mutasi Sejumlah Jabatan di Institusi Polri

Skandal Bank Century Terus Menggantung dan Merugikan SBY