Sabu Seberat 5 Kilogram Digadang untuk Perayaan Tahun Baru 2020


Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kota Makassar kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menemukan narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram pada Senin (9/12/2019). Diyakini sabu seberat 5 kilogram itu untuk persiapan perayaan tahun baru 2020.

"Ada kemungkinan barang ini akan disebar dan dipasarkan khusus saat pesta tahun baru. Sindikat ini sudah sangat besar karena berani membawa banyak," kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jendral Polisi Mas Guntur Laupe di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Senin (9/12/2019) malam.

Dijelaskan oleh Mas Guntur Laupe sabu tersbeut diseludupkan oleh residivis kasus narkoba, Syahrul alias Callu (35) melalui cargo pesawat Lion Air yang tidak sama dengan yang ditumpangi Syahrul.

"Barang ini dari Kota Pontianak dikirim melalui cargo Lion berupa paket yang disamarkan, dibungkus dengan rapi bersama dengan kerupuk ciri khas Pontianak untuk mengelabui petugas," terangnya.

Syahrul sendiri, katanya, baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Bolangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan setelah menjalani hukuman selama 5,4 tahun pada Oktober lalu dengan kasus yang serupa.

Ia pun kembali tertangkap setelah kedua kurirnya yang masih di bawah umur yakni, AS dan AK ditangkap lebih dahulu oleh Tim Satresnarkoba Kepolisian Resor Kota Besar Makassar di Jalan Malengkeri, Kecamatan Tamalate, beberapa waktu lalu. Dari keduanya, polisi menyita sabu seberat 35 gram.

Setelah AS dan AK tertangkap, polisi kemudian melakukan pengembangan. Alhasil, sabu 5 kilogram yang dikirim Syahrul di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pun berhasil diungkap polisi.

"Jadi dari dua pelaku itu kita bisa mengungkap Syahrul. Jadi para sindikat ini memanfaatkan orang-orang yang sangat tersamarkan seperti anak kecil dengan upah yang sangat murah," kata dia. 

Diberitakan sebelumnya, dalam kasus ini polisi dengan sangat terpaksa menembak mati Syahrul. Hal itu dilakukan lantaran Syahrul berusaha merebut senjata salah satu petugas sehingga polisi menembak dada Syahrul.


"Saya lagi interogasi di mobil. Yang bersangkutan berusaha merebut senjata saya sehingga dengan terpaksa saya melakukan tindakan tegas yang terukur," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar Komisaris Polisi Diari Astetika.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Perayaan Imlek Nasinal 2020, Jokowi: Jadi Komut Pertamina Nggak Datang

Idham Azis Lakukan Mutasi Sejumlah Jabatan di Institusi Polri

Skandal Bank Century Terus Menggantung dan Merugikan SBY